Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Jurusan Bahasa Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) saat menggelar Seminar Kebahasaan Nasional yang berlangsung di Ruang Teater Lt 3 Menara Pinisi, Sabtu (10/12). (Foto: Wiwin RAsmawati-Profesi).
Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Jurusan Bahasa Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) saat menggelar Seminar Kebahasaan Nasional yang berlangsung di Ruang Teater Lt 3 Menara Pinisi, Sabtu (10/12). (Foto: Wiwin RAsmawati-Profesi).
Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Jurusan Bahasa Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) saat menggelar Seminar Kebahasaan Nasional yang berlangsung di Ruang Teater Lt 3 Menara Pinisi, Sabtu (10/12). (Foto: Wiwin RAsmawati-Profesi).

PROFESI-UNM.COMHimpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Jurusan Bahasa Indonesia (JBSI)  Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengajak mahasiswa pahami bahasa perempuan melalui  Seminar Kebahasaan Nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Teater lt.3 Menara Pinisi, Sabtu (10/12).

Ketua Umum, Muhammad Musawir mengucapkan, kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan tentang bahasa perempuan. Mengingat bahwa karakteristik bahasa perempuan berbeda dengan bahasa laki-laki. “Ini merupakan wujud persembahan kami untuk menambah wawasan teman-teman terkait bahasa perempuan,” ucapnya.

Mahasiswa angkatan 2014 ini menambahkan, bahasa perempuan harus dipahami agar terjalin komunikasi yang baik. “Dengan memahami bahasa perempuan maka akan membuat kita lebih mengerti perempuan tersebut dengan baik, serta dimensi yang melingkupinya.

Sementara itu, Pembicara seminar, Anang Santoso menuturkan, kita harus memberikan apresiasi terhadap perempuan. Salah satunya melalui penolakan dan pencegahan ketidakadilan terhadap perempuan.

“Kita mesti mengkampanyekan perlindungan terhadap perempuan. Stop violance agains women,” tuturnya. (*)


*Reporter: Dewi Ulfah

Editor: St Aminah