Mahasiswa Pecinta Alam dan Seni Budaya (MPAS) Maestro Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) merayakan malam puncak milad yang ke-23 di Lapangan Basket FBS, Sabtu (3/12) malam - (Foto: Dewi Ulfah - Profesi)
Mahasiswa Pecinta Alam dan Seni Budaya (MPAS) Maestro Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) merayakan malam puncak milad yang ke-23 di Lapangan Basket FBS, Sabtu (3/12) malam - (Foto: Dewi Ulfah - Profesi)
Mahasiswa Pecinta Alam dan Seni Budaya (MPAS) Maestro Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) merayakan malam puncak milad yang ke-23 di Lapangan Basket FBS, Sabtu (3/12) malam – (Foto: Dewi Ulfah – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Pecinta Alam dan Seni Budaya (MPAS) Maestro Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) merayakan malam puncak milad yang ke-23. Kegiatan berlangsung di Lapangan Basket FBS, Sabtu (3/12) malam.

Ketua Panitia, Fadil Abdillah mengatakan, dalam kegiatan tersebut Maestro menjaga semangat mereka yang hadir seperti yang dimiliki anak kecil.

“Secara tidak langsung kita mengenang masa kecil kita dahulu. Kita sangat semangat, bahkan saat kita jatuh kita langsung bangkit,” ungkapnya.

Dewan Senior, Muhammad Arif Sirajuddin menuturkan, banyak manfaat yang dapat diambil ketika menjadi bagian dari Maestro. Memiliki pengalaman selama menjadi anggota dapat menguatkan semangat dalam menghadapi tantangan setelah lulus di UNM.

“Karena pengalaman yang sebenar-benarnya itu akan kita hadapi setelah selesai dari kampus ini dan mungkin selama perjalan gunung kita begitu berat, tugas dari dosen itu tidak ada apa-apanya berkat semangat kecintaan alam ini saya bisa merasakan semuaya,”katanya.

Sementara itu, Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD III), Abdul Halim berharap Maestro dapat menjadi panutan bagi sivitas FBS untuk peduli terhadap lingkungan.

“Maestro ini sebagai generasi muda pelopor yang paling depan mengajak kita untuk selalu menjaga dan mencintai alam,” harapnya. (*)


*Reporter: Dewi Ulfah/Editor: Muh. Agung Eka S