Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Universitas Negeri Makassar (UNM). (Foto: Dokumen Profesi)
Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Universitas Negeri Makassar (UNM).
Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Universitas Negeri Makassar (UNM).

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) keluhkan aliran listrik yang seringkali mati lantaran daya listrik yang tidak memadai. Lampu padam sudah menjadi hal biasa yang terjadi di fakultas ungu tersebut. Hal ini berimbas terhadap jalannya proses belajar mengajar, dimana penggunaan alat-alat elektronik yang merupakan perangkat pembelajaran harus dibatasi.

Menurut pengakuan salah seorang mahasiswa FBS, Irta, daya istrik di sini itu kurang memadai DG dan DH. Seringkali lampu padam secara tiba-tiba di tengah jalannya proses perkuliahan. Akibatnya konsentrasi mahasiswa yang sedang belajar menjadi terganggu karena proyektor yang digunakan oleh dosen untuk mengajar tiba-tiba mati. “Terkadang pembelajaran sering dihentikan karena proyektor yang digunakan mati,” katanya.

Tak hanya itu, kipas angin maupun AC yang merupakan alat pendingin dalam ruangan
kelas menjadi tidak berfungsi akibat padamnya listrik. “Kami jadi tidak konsen
menjalani proses perkuliahan karena kepanasan,” keluhnya.

Sementara itu Pelangi (Samaran) merasa kecewa karena pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang cukup tinggi tidak sebanding dengan sarana dan prasarana yang disediakan universitas. “Sudah setahun masalah ini dibiarkan begitu saja, padahal kami sudah bayar mahal, namun listriknya saja masih sering mati-mati,” ujarnya.

Jangankan mahasiswa, nampaknya pimpinan fakultas pun mengeluhkan hal yang sama. Hal ini dilontarkan oleh Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum (PD II) FBS, Syukur mengatakan hal ini sudah menjadi masalah bersama civitas dalam lingkungan FBS. “Jangankan mahasiswa yang mengeluh, saya juga mengeluh. Mungkin kalau satu keluhannya mahasiswa saya sepuluh,” keluhnya.

Ia pun menjelaskan, bahwa urusan penambahan daya listrik di FBS itu bukan jurusan pihak Fakultas tetapi urusan dari pihak Universitas “Kan bukan jurusan saya kalau masalah tambah daya, itu urusannya Universitas,” jelasnya.

Dosen Bahasa Inggris ini mengatakan, masalah ini sudah dilaporkan ke pihak universitas. Hanya saja sampai sekarang belum ada ada respon dari pihak birokrasi.

Ia pun berharap segera dilakukan penambahan daya listrik. “Harus segera dilakukan, karena tidak ada jalan lain selain melakukan penambahan daya,” harapnya. (*)


*Tulisan ini telah terbit pada Weekly News Profesi Edisi 04