Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Sulawesi Selatan, M. Saleh Radjah saat mennjadi pembicara pada Talkshow World Aids Day 2016 yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Peduli HIV/AIDS dan NAPZA (UKM MAPHAN) Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan berlangsung di Pelataran Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alma (FMIPA), Jumat (2/12).
Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Sulawesi Selatan, M. Saleh Radjah saat mennjadi pembicara pada Talkshow World Aids Day 2016 yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Peduli HIV/AIDS dan NAPZA (UKM MAPHAN) Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan berlangsung di Pelataran Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alma (FMIPA), Jumat (2/12).
Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Sulawesi Selatan, M. Saleh Radjah saat mennjadi pembicara pada Talkshow World Aids Day 2016 yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Peduli HIV/AIDS dan NAPZA (UKM MAPHAN) Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan berlangsung di Pelataran Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alma (FMIPA), Jumat (2/12).

PROFESI-UNM.COM – Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Sulawesi Selatan, M. Saleh Radjah mengatakan, seks bebas adalah tindakan yang memunculkan kenikmatan sesaat dan dampaknya akan dirasakan seumur hidup. Hal tersebut disampaikan saat menjadi pembicara pada Talkshow World Aids Day 2016 yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Peduli HIV/AIDS dan NAPZA (UKM MAPHAN) Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan berlangsung di Pelataran Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alma (FMIPA), Jumat (2/12).

“Seks Bebas Nikmat Sesaat, Menderita Seumur Hidup. Iti dikarenakan oknum yang melakukan hanya mengedepankan hasrat semata,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hal pertama yang menyebabkan maraknya kasus ini ialah faktor keluarga. Selain itu, lingkungan pun jadi salah satu penyebab terdorongnya seseorang untuk melakukan hal tersebut. Seringnya mereka melakukan hak tersebut maka kemungkinan akan terjangkit HIV/ AIDS.

“Seseorang yang melakukan perbuatan seperti ini biasanya mempunyai masalah dalam keluarganya, sehingga mereka mencari hal yang dapat menghibur dirinya, salah satunya yah seks bebas . Begitupun dengan faktor lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini, perlu adanya penguatan mental dari dalam. Serta bisa memilah perilaku baik dan buruk.

“Kesadaran dari diri sendiri itu penting, keluarga dan lingkungan tentunya juga harus memberikan dorongan sosial kepada si penderita,” tutupnya. (*)

 

*Reporter: Anggi Prakasi

Editor: St. Aminah

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0