Dua delegasi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) Sri Wahyuningsih dan Halifah lolos pada kompetisi Youth Global Forum yang digalakkan oleh Gerakan International Youth Time bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia dan IPMI International Business School yang berlangsung di Jakarta, 23-27 November.
Dua delegasi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) Sri Wahyuningsih dan Halifah lolos pada kompetisi Youth Global Forum yang digalakkan oleh Gerakan International Youth Time bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia dan IPMI International Business School yang berlangsung di Jakarta, 23-27 November.
Dua delegasi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) Sri Wahyuningsih dan Halifah lolos pada kompetisi Youth Global Forum yang digalakkan oleh Gerakan International Youth Time bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia dan IPMI International Business School yang berlangsung di Jakarta, 23-27 November. (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM – Dua mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM), Sri Wahyuningsih dan Halifah lolos pada kompetisi Youth Global Forum yang digalakkan oleh Gerakan International Youth Time bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia dan IPMI International Business School. Event tersebut berlangsung di Jakarta, 23-27 November.

Sri Wahyuningsih, selaku ketua tim mengatakan bahwa dirinya merasa sangat senang bisa lolos masuk 7 besar pada ajang bergengsi ini. Menurutnya ini kesempatan luar biasa untuk mempresentasikan karyanya. Bahkan ia bersaing dengan delegasi dari beberapa negara, antaranya Rusia, India dan Vietnam.

“Masuk 7 besar itu udah seneng dan bangga banget. Bisa bersaing dengan orang-orang hebat dari berbagai negara. Tentunya ini membanggakan dan membawa nama UNM di kancah Internasional,” ucapnya via facebook.

Mahasiswa angkatan 2012 ini menambahkan, awalnya ia hanya mengirim proyek proposal bertema “The Development Liquid Organic Fertilizer Fruit for Farmers Society” sesuai topik yang ditentukan, yakni menciptakan lingkungan yang berkelanjutan untuk pembangunan sosial melalui inovasi teknologi.

Project ini membahas tentang pupuk organik cair untuk masyarakat petani. Kami meneliti dan mengerjakannya di Green House Biologi UNM. Gak nyangka kami dapat balasan email sebagai peserta yang lolos dan diinstruksikan untuk buat esai lagi terkait project yang dikirim,” tambahnya.

Mahasiswa ini berharap, sepulangnya dari event ini ia dapat mengembangkan projectnya ke para petani tidak lagi menggunakan pupuk kimia yg akan memutuskan rantai makanan ekosistem dan memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat. (*)


*Reporter: St Aminah

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0