Diskusi terbuka mengenai lingkungan hidup. Mahasiswa Pencinta Alam (MPA) Gloeocapsa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM). (Foto: Salmawati-Profesi)
Diskusi terbuka mengenai lingkungan hidup. Mahasiswa Pencinta Alam (MPA) Gloeocapsa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM). (Foto: Salmawati-Profesi)
Diskusi terbuka mengenai lingkungan hidup. Mahasiswa Pencinta Alam (MPA) Gloeocapsa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM). (Foto: Salmawati-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Menjelang pelaksanaan kampanye pemuda hijau 25 November mendatang, Mahasiswa Pencinta Alam (MPA) Gloeocapsa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) adakan diskusi terbuka mengenai lingkungan hidup. Diskusi ini berlangsung di ruangan FF 103 FMIPA UNM, Rabu (16/11).

Ketua panitia, Imran menjelaskan, kampanye pemuda hijau merupakan program kerja tahunan Mpa Gloeocapsa yang membahas permasalahan sampah dan penanaman mangrove, yang akan diadakan di daerah pesisir Pulau Salemo, Kabupaten Pangkep sebagai bentuk pelestarian lingkungan hijau.

“Diskusi ini dilakukan agar pelaksanaan kampanye pemuda hijau nanti berjalan dengan baik. Berbeda dengan tahun sebelumnya, selain dilakukan penanaman mangrove kali ini kami juga membahas permasalahan sampah,” ujarnya.

Sementara itu, Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Sulawesi Selatan (Sulsel), A Dwi Fitrah K mengatakan, kurangnya perhatian pemerintah terhadap Pulau Salemo tersebut mengakibatkan timbulnya permasalahan sampah.

“Aturan pemerintah hanyalah sebatas wacana. Padahal sampah harus ditangani secara baik dan benar untuk menjaga kebersihan lingkungan,” tuturnya.

Fitrah pun menambahkan, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu diterapkan cara yang tepat.untuk mengolah sampah, diantaranya reduce, reuse, dan recycle. “Pertama buanglah sampah pada tempatnya, kemudian daur ulang sampah, terakhir gunakan kembali bahan setelah melalui proses pengolahan,” tutupnya.(*)


*Reporter Salmawati / Editor Ratna