Mahasiswa Universitas Negeri Makassar saat melakukan aksi penolakan penggusuran PKL di depan kampus Parangtambung, Kamis (3/11). (Foto: Masturi-Profesi)
Mahasiswa Universitas Negeri Makassar saat melakukan aksi penolakan penggusuran PKL di depan kampus Parangtambung, Kamis (3/11). (Foto: Masturi-Profesi)
Mahasiswa Universitas Negeri Makassar saat melakukan aksi penolakan penggusuran PKL di depan kampus Parangtambung, Kamis (3/11). (Foto: Masturi-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Puluhan mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) dan pedagang kaki lima (PKL) menggelar aksi protes penggusuran kios. Aksi tersebut berlangsung di depan kampus parangtambung, Kamis (03/11).

Koordinator massa, Haedir mengatakan, aksi ini dilakukan untuk mendampingi warga dalam hal pengadvokasian wilayah PKL. Sesuai isu yang beredar, akan ada penggusuran oleh pihak birokrasi.

“Kita sebagai mahasiswa memiliki tanggung jawab diwilayah ini. Tentunya mesti melakukan pendampingan jika warga membutuhkan kita,” katanya.

Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan ini mengeluhkan, sampai saat ini belum ada kejelasan dari pimpinan UNM. Pelapak seolah diusir tanpa ada solusi karena alasan nilai estetika .

“Para pelapak siap pindah asal pihak universitas menyediakan lokasi strategis atau memberikan solusi tepat,” keluhnya.

Tak hanya itu, dampak akan penggusuran ini akan mempengaruhi perkonomian pelapak dan juga mahasiswa.

Sementara itu, sejak pagi tadi, kios pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan kampus parang tambung sebagian besar tutup karena adanya rencana penggusuran. (*)


*Reporter: Masturi&Abdul Wahid Muhsin/Editor: St. Aminah