Sekretaris Jurusan Geografi sekaligus dosen terbaik se- Universitas Negeri Makassar, Rosmini Maru. (Foto: Dok. Profesi)
Sekretaris Jurusan Geografi sekaligus dosen terbaik se- Universitas Negeri Makassar, Rosmini Maru. (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COMSeseorang bukan hanya sekedar bekerja keras namun juga harus kerja cerdas. Kerja cerdas merupakan sebuah cara yang meminimalkan segala kemungkinan kegagalan dan kesalahan untuk menuju target yang diinginkan. Kerja keras adalah kelanjutan dari kerja cerdas.

Kedua hal tersebutlah yang cocok menggambarkan seorang Rosmini Maru. Menyandang predikat Dosen Terbaik Se-Universitas Negeri Makassar tak pernah dibayangkan olehnya. Baginya, penghargaan dosen terbaik merupakan hasil dari kerja kerasnya selama mengabdi menjadi dosen di jurusan Geografi. “Hasil yang dicapai tidak akan bertolak belakang dengan usaha yang dijalankan,” ungkapnya saat ditemui di ruangannya.

Rosmini yang baru saja menjabat sebagai sekretaris jurusan Geografi mengatakan dirinya bukanlah tolak ukur untuk dosen terbaik. Ia mengatakan semua dosen berpotensi untuk menjadi yang terbaik akan tetapi banyak diantara mereka mungkin kurang dalam hal persiapan. “Semuanya layak dan berpotensi jadi yang terbaik, tapi mungkin pada saat itu tidak ada yang siap,” tuturnya.

Menempuh pendidikan dasar di daerah tak membuat perempuan kelahiran Soppeng berhenti menuntut ilmu. Sebaliknya, jauh dari pusat kota memberinya semangat tersendiri untuk melanjutkan pendidikan. Alhasil, Rosmini berhasil menjadi alumni disalah satu universitas di Malaysia.

“Meski berasal dari desa tapi itu yang membuat saya semngat untuk terus melanjutkan pendidikan diluar,” kisahnya.

Sebelum menjabat sebagai sekretaris jurusan Geografi, Rosmini berkisah dirinya pernah gagal dalam ujian CPNS karena terkendala pada penguasaan bahasa asing.Hal tersebut tak membuatnya putus asa,Rosmini terus termotivasi diri untuk melanjutkan kuliahnya.

“Setelah lulus S1 saya kembali ke Soppeng, lalu ternyata teman-teman sedang mendaftar PNS karena tidak dapat informasi akhirnya saya gagal, tapi karena hal itu akhirnya saya bisa kursus bahasa Inggris agar waktu tidak sia-sia, setelah itu saya lanjut S2 d UGM,” jelasnya.

Selama menempuh pendidikan di UGM tak sekalipun dosen Geografi ini membebankan biaya kuliahnya kepada orang tua, namun ia memanfaatkan kesempatan untuk menjadi dosen di IKIP UP yang pada saat itu sedang membuka pendaftaran. “Alhamdulillah, sementara saya kuliah lalu saat itu juga IKIP UP membuka pendaftaran dosen dan ternyata lulus,” tuturnya.

Menjadi seorang ibu dari empat orang putri tak menghambatnya untuk berkarya dan menghasilkan jurnal-jurnal dan karya ilmiah lainnya. “Meski tak banyak tapi saya rutin mengelurkan dan menulis karya ilmiah dan beberapa kali menulis jurnal,” jelasnya.

Tak hanya itu alumnus UKM Malaysia ini mengatakan sebagai seorang dosen teladan ataupun tidak, saya selalu berniat untuk melaksanakan TRI Darma PT dengan baik.  “Dosen bukan hanya mampu mengajar, tetapi juga mampu mengembangkan IPTEK melalui penelitian dan pengandian kepada masyarakat, dan dapat di publikasikan secara nasional maupun internasional,”.

Daftar Prestasi selama jadi dosen.  1) Pemenang IPTEKS tahun 2003 dg jml dana Rp. 7,5 juta: 2) sebagai pemenang penelitian Prioritas Nasional selama 2 tahun (1999-2000) dg jml dana 175 juta: 3) pemenang Pengabdian Ipteks Bagi Wilaya (IbW) kerjasama UNM, DIKTI,  dan Pemkab Pinrang,  selama 3 tahun (2012-2014) dg jml dana Rp. 750 juta.  4) Dosen terbaik 3 FMIPA tahun 2010: 5) Pengabdi terbaik 1 UNM tahun 2015: 6) Dosen teladan 1 UNM tahun 2016. Publikasi jurnal internasinal sebanyak 7, dan 4 diantaranya terindeks di scopus. Dll.

Biodata Rosmini Maru

Nama: Rosmini Maru

T.T.L: Congko, 1 Agustus 1972

Riwayat Pendidikan:

Pendidikan Geografi IKip Ujung Pandang (S1) 1992-1997

Geografi Universitas Gajah Mada (S2) 2001-2008

Geografi UKM Malaysia (S3) 2010-2014


*Tulisan Ini Telah Terbit di Tabloid Profesi Edisi 207