LK FIP UNM saat melakukan aksi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung di depan gedung HN, Jumat (28/10). (Foto: Ist)
LK FIP UNM saat melakukan aksi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung di depan gedung HN, Jumat (28/10). (Foto: Ist)

LK FIP UNM saat melakukan aksi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung di depan gedung HN, Jumat (28/10). (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar melawan bentuk penindasan dan penghisapan yang dilakukan oleh birokrasi FIP UNM. Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung di depan gedung HN FIP, Jumat (28/10).

Jendral lapagangan, Nur Hidayat mengucapkan, momentum hari sumpah pemuda yag jatuh pada hari ini menandakan bahwa ikrar pemuda akan tetap bersatu melawan penindasan dan penghisapan. “Pemuda mahasiswa akan terus melakukan perlawanan atas perampasan hak,” ucapnya saat memimpin aksi.

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Biasa ini menambahkan, pemuda harus terus berjuang menuntut pendidikan yang dapat diakses tanpa ada perbedaan golongan. UNM saat ini meghadapai berbagai masalah, salah satunya biaya pendidikan yang meningkat tiap tahunnya.

“Konsep UKT telah melenceng jauh dari ketentuan dan aturan yang berlaku. Kami ber;harap diberikan rekomendasi penurunan UKT bagi mahasiswa kurang mampu,” tambahnya.

Tak hanya itu, sarana dan prasarana pun jadi sorotan. Sarpras dinilai tidak menunjung keberlangsungan perkuliahan.

Adapun bentuk pernyataan sikap lainnya LK FIP ialah, menuntut percepatan pencairan dana LK, menuntut kejelasan status HIMA UPP PGSD Makassar, menuntut peningkatan keamanan kampus, mengecam dosen yang tidak profesional, serta tuntutan pengadaan dialog pimpinan FIP bersama LK pertriwulan.(*)


*Reporter: St Aminah