Mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) dan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) saat melakukan demonstrasi digelar dalam menyambut hari tani nasional dan menuntut penghentian kekerasan kaum tani di Fly Over, Selasa (27/9). (Foto: Muh Agung Eka S-Profesi)
Mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) dan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) saat melakukan demonstrasi digelar dalam menyambut hari tani nasional dan menuntut penghentian kekerasan kaum tani di Fly Over, Selasa (27/9). (Foto: Muh Agung Eka S-Profesi)
Mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) dan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) saat melakukan demonstrasi digelar dalam menyambut hari tani nasional dan menuntut penghentian kekerasan kaum tani di Fly Over, Selasa (27/9). (Foto: Muh Agung Eka S-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan aksi menuntut penghentian kekerasan kaum petani. Aksi tersebut diadakan menyusul adanya hari tani nasional pada 24 September lalu.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FE, Muhammad Bakhtiar mengungkapkan, terdapat sembilan tuntutan yang disampaikan oleh pihaknya. Mereka menuntut pemerintah berperan dalam mensejahterakan para petani.

“Ini karena dalam hal ini pemerintah masih kurang peduli dengan nasib petani,” tekannya saat ditemui dalam aksi yang berlangsung di Fly Over, Selasa (27/9).

(Baca juga: Kekerasan Buruh Tani, Mahasiswa FE dan FIS Aksi di Fly Over)

Ia berharap tuntutan mereka segera direalisasikan oleh pemerintah. Tujuannya agar buruh petani mendapat kehidupan yang layak.

“Kami berharap pemerintah melihat kami, masih ada petani yang harus disejahterakan. Sebenarnya kita ini tidak bisa hidup tanpa petani,” harapnya.

(Baca juga: Hari Tani Nasional, Rektor UNM: Petani Harus Dapat Perhatian Khusus)

Adapun sembilan tuntutan dalam aksi tersebut, diantaranya:

1. Hentikan monopoli tanah rakyat
2. Hentikan kekerasan kaum tani
3. Stop liberalisasi tanah
4. Turunkan sewa tanah
5. Selesaikan masalah agraria
6. Perlindungan harga pangan
7. Cabut undang-undang pendidikan tinggi
8. Berikan lapangan kerja untuk mahasiswa
9. Hentikan pembungkaman demokrasi kampus.


*Reporter: Muh. Agung Eka S