Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) terpilih, Arifuddin Usman saat mengikuti Rapat Senat Terbuka di Ruang Rapat Senat Lt.14 Menara Pinisi, Jumat (15/07)
Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) terpilih, Arifuddin Usman saat mengikuti Rapat Senat Terbuka di Ruang Rapat Senat Lt.14 Menara Pinisi, Jumat (15/07)
Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) terpilih, Arifuddin Usman saat mengikuti Rapat Senat Terbuka di Ruang Rapat Senat Lt.14 Menara Pinisi, Jumat
(15/07)

PROFESI-UNM.COM – Dua insiden penyerangan terjadi di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) hari ini, Rabu (21/9). Penyerangan pertama terjadi siang hari di Menara Pinisi. Seorang mahasiswa dikejar oleh orang tak dikenal. Mahasiswa tersebut dipukul di bagian punggung dan terus dikejar hingga akhirnya diparangi di bagian leher.

(Baca juga: Mahasiswa UNM Dikejar Orang Tak Dikenal)

Selepas maghrib, penyerangan kembali terjadi di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM. Sejumlah fasilitas kampus dirusak oleh orang tak dikenal. Bahkan, Sanggar Bengkel Sastra menjadi sasaran lemparan bom molotov.

(Baca juga: Lepas Maghrib, Fakultas Bahasa dan Sastra Diserang OTK)

Menanggapi kedua peristiwa itu, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswan (PR III) Universitas Negeri Makassar (UNM), Arifuddin Usman mengatakan peristiwa tersebut tidak berkaitan.

“Kejadian malam ini sama sekali tidak berhubungan dengan di Pinisi,” katanya. Hal ini diungkapkan Arifuddin Usman saat ditemui di FBS, Rabu (21/9).

Lebih lanjut, ia pun mengungkapkan sudah mengadakan pertemuan dengan pihak kepolisian guna meredam bentrok yang sering terjadi di kampus Parangtambung. “Soal pencegahan, pertemuan dengan pihak berwenang sudah saya lakukan,” ujarnya.

Untuk proses penyelidikan, Arifuddin menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian guna mengusut pelaku penyerangan. “Tak hanya ditangkap, pelaku saya janji akan di-DO jika terbukti mahasiswa,” tambahnya. (*)

[divider][/divider]

*Reporter: Muh. Agung Eka