Sejumlah polisi berjaga seusai penyerangan Sanggar Bengkel Sastra (Bestra) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Rabu (21/9). (Foto: ist)
Sejumlah polisi berjaga seusai penyerangan Sanggar Bengkel Sastra (Bestra) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Rabu (21/9). (Foto: ist)
Sejumlah polisi berjaga seusai penyerangan Sanggar Bengkel Sastra (Bestra) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Rabu (21/9). (Foto: ist)

PROFESI-UNM.COM – Pasca penyerangan di gedung Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), pengamananan oleh pihak kepolisian di kampus UNM Parangtambung ditingkatkan, Rabu (21/9).

(Baca juga: Lepas Maghrib, Fakultas Bahasa dan Sastra Diserang OTK)

Sejumlah aparat kepolisian dari satuan Brimob dan Sabhara Polsek Tamalate dibantu Polrestabes Makassar berjaga di kampus Parangtambung.

Aparat kepolisian bersenjata lengkap juga melakukan penyisiran di area Parangtambung. Sejumlah busur ditemukan dan disita sebagai barang bukti.

(Baca juga: FBS Diserang, Sanggar Bestra Terbakar)

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Arifuddin Usman mengatakan, hal itu dilakukan guna mengantisipasi penyerangan susulan. “Kita percayakan saja sepenuhnya kepada mereka, sampai hasil penyelidikan keluar,” katanya. (*)

[divider][/divider]

*Reporter :Resa Saputra