Kepala Pusat KKN UNM, Muhammad Rakib saat memberikan arahan kepada mahasiswa peserta KKN di acara pembekalan KKN-PPL Terpadu hari kedua di Ballroom Lt.2 Menara Pinisi. (Foto: Ita Andriani-Profesi)
Kepala Pusat KKN UNM, Muhammad Rakib saat memberikan arahan kepada mahasiswa peserta KKN di acara pembekalan KKN-PPL Terpadu hari kedua di Ballroom Lt.2 Menara Pinisi. (Foto: Ita Andriani-Profesi)
Kepala Pusat KKN UNM, Muhammad Rakib saat memberikan arahan kepada mahasiswa peserta KKN di acara pembekalan KKN-PPL Terpadu hari kedua di Ballroom Lt.2 Menara Pinisi. (Foto: Ita Andriani-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Pindah tempat Kuliah Kerja Nyata (KKN) sudah menjadi hal yang biasa terjadi di Universitas Negeri Makassar (UNM). Tapi berbeda dengan tahun ini, Kepala Pusat KKN, Muhammad Rakib menegaskan, tidak akan ada perpindahan bahkan tukar tempat setelah lokasi ditetapkan. Hal ini dikatakan saat workshop pembekalan KKN-PPL terpadu angkatan XIII di Ballroom Lt.2 Pinisi, Selasa (20/9).

“Tidak ada yang boleh┬ápindah tempat ataupun saling tukar lokasi KKN,” katanya.

Tak hanya itu, mahasiswa yang telah mengetahui lokasi KKNnya harus menerima tanpa harus protes. “Harus terima nasib apapun yg terjadi. Semua sudah dipertimbangkan dan diseimbangkan mulai dari jurusan dan jenis kelamin,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, mahasiswa yang tetap bandel ingin pindah, akan diberi sanksi. “Yang ingin pindah tempat akan ditempatkan paling jauh. Kalau kalian yang dituruti, kalian akan bolak balik kelokasi dan itu menyusahkan masyarakat dan teman posko,” tambahnya. (*)


*Reporter: Ita Andriani