Atlet Tarung Derajat saat tampil di acara pelantikan pengurus Ikatan Mahasiswa Olahraga (IMORI) Komisariat Sulsel di Ballroom Lt.2 Menara Pinisi UNM (9/9). (Foto: Ita Andriani-Profesi)
Atlet Tarung Derajat saat tampil di acara pelantikan pengurus Ikatan Mahasiswa Olahraga (IMORI) Komisariat Sulsel di Ballroom Lt.2 Menara Pinisi UNM (9/9). (Foto: Ita Andriani-Profesi)
Atlet Tarung Derajat saat tampil di acara pelantikan pengurus Ikatan Mahasiswa Olahraga (IMORI) Komisariat Sulsel di Ballroom Lt.2 Menara Pinisi UNM (9/9). (Foto: Ita Andriani-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Suasana serius nampak terlihat pada pelantikan Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (IMORI) Komisariat Sulawesi Selatan, yang berlangsung di Ballroom, Lt.2 Pinisi, Jumat (9/9).

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Arifuddin Usman, yang tampak duduk dibagian depan bersama dengan perwakilan IMORI Pusat, perwakilan IMORI Samarinda, Dinas Pemuda dan Olahraga, dan Dewan Pembina IMORI Sulsel.

Sontak dari arah barat muncul empat orang berpakaian putih memakai sabuk hitam saling serang sambil berteriak. Suasana tegang terlihat saat keempat orang itu saling memukul hingga terpental ke lantai. Saling membalas tendangan tak peduli kepala maupun perut.

Tak selang beberapa lama, tepukan tangan pun serentak mengiringi pertarungan tersebut. Pertunjukan olahraga tarung derajat itu, betul-betul memukau dengan kombinasi unsur kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian dan keuletan.

Olahraga tarung derajat juga memiliki prinsip ‘Menyerang untuk Menang’, yang memberikan makna keberanian seorang laki-laki untuk menaklukkan diri sendiri tapi bukan untuk menaklukkan orang lain.

Dewan pembina IMORI, Arifuddin Usman menjelaskan filosofi olahraga tarung derajat.¬†Katanya, olahraga tarung derajat bagian dari seni bela diri yang berdiri sendiri dan memiliki wadah tersendiri. “Seni olahraga ini pertama kali dicetuskan pada 18 Juli 1972 sebagai seni bela diri,” jelasnya. (*)


*Reporter: Ita Andriani