Seminar Nasional Keolahragaan yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang digelar di Teater Room Menara Pinisi (8/9). (Foto: Ratna-Profesi)
14285033_120300000095930043_1457967557_o
Badan Sosialisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) Kementerian Pendidikan dan Olahraga (Kemenpora), Hari Rachman (Kemeja Abu-Abu) saat berfoto bersama penguru BEM FIK UNM dalam Seminar Nasional Keolahragaan yang dihelat di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Kamis (9/8) – (Foto: Ratna – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Badan Sosialisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) Kementerian Pendidikan dan Olahraga (Kemenpora), Hari Rachman mengatakan, kompetensi yang dimiliki tenaga keolahragaan dapat meningkatkan prestasi nasional.

Hal ini disampaikan saat membawakan materi dalam seminar keolahragaan nasional yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM), yang berlangsung di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Kamis (8/9).

Hari menuturkan, untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional maka perlu didukung dengan tenaga-tenaga keolahragaan yang memiliki kompetensi tinggi.

“Kompetensi itu dapat dinilai dengan adanya SKTK (Sertifikat Kompetensi Tenaga Kependidikan), sehingga orang-orang yang berkecimpun dalam keolahragaan adalah pelatih maupun atlet yang berkualitas,” tuturnya.

Dosen Universitas Yogyakarta (UNY) ini pun menambahkan, kompetensi sangat dibutuhkan untuk bersaing di dunia kerja, apalagi di bidang olahraga.

“Jika ingin terjun ke dunia kerja maka harus punya kompetensi dulu. Orang dikatakan berkompeten apabila memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang baik,” tutupnya. (*)


*Reporter: Ratna