Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar, Jl. A.P. Pettarani. (Foto: Ist)
Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar, Jl. A.P. Pettarani. (Foto: Int)
Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar, Jl. A.P. Pettarani. (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM – Pernah dengar sebuah adagium yang mengatakan bahwa “Tak kenal maka tak sayang” ? Ya, sesuai dengan artinya sesuatu tidak dapat diketahui pasti jika belum mengenalnya secara dekat. Adagium ini sangat pas untuk mahasiswa-mahasiswa baru yang saat ini sedang beradaptasi di Universitas Negeri Makassar. Sebelum terlalu jauh melangkah, kamu mahasiswa baru harus tahu enam hal  tentang UNM yang pastinya bisa menambah pengetahuan kalian.

1. Sebelum menjadi Universitas, dulunya UNM adalah IKIP Ujung Pandang

Sejak resmi menjadi perguruan tinggi  yang berdiri sendiri, Universitas Negeri Makassar (UNM) beberapa kali berganti nama. Mulai dari IKIP Makassar pada tahun 1961 kemudian berganti nama menjadi IKIP Ujung Pandang pada tahun 1971. Namun, pada tahun 1999 kembali berganti nama IKIP Makassar saat kembalinya Ujung Pandang Sebagai Kota Makassar. Kini nama institut berubah menjadi Universitas Negeri Makassar pada tanggal 4 Agustus 1999.

2. Ternyata ini filosofi dari logo UNM

Logo Universitas Negeri Makassar (UNM) - (Foto: Int)
Logo Universitas Negeri Makassar (UNM) – (Foto: Int)

Struktur lingkaran pada logo UNM terdapat bagian-bagian yang memiliki makna yang tentunya tidak lepas dari harapan UNM. Bagian dalam terdapat lingkaran yang menjadi inti simbol dengan makna UNM sebagai sumber penerang. Bagian dalam lingkaran disebut sebagai “Tiga serangkai layar perahu pinisi” yang menyimbolkan tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kemudian garis horizontal berlekuk yang menjadi pemisah logo bagian atas dan bawah adalah jumlah fakultas pada awal berdirinya UNM.Tujuh buah mahkota berbentuk lidah api pada bagian atas logo bermakna bahwa alumni UNM diharapkan menjadi pelopor dalam pembangunan  kegiatan bermanfaat di masyarakat.

Terakhir, empat bagian yang terlerak dibagian bawah logo menandakan manusia berasal dari empat unsur yaitu, tanah, air, udara, dan api serta dimaknai dengan empat kesadaran yakni; kesadaran pada diri sindiri, kesadaran akan orang lain, kesadaran akan alam semesta dan kesadaran akan adanya pencipta dan penguasa alam.

3. Lokasi Kampus dan Fakultas

UNM memiliki ciri khas, tersebar di tiga daerah di Sulawesi Selatan yakni Makassar, Pare, dan Bone. Makassar tersebar lagi menjadi empat sektor yakni Gunungsari, Parangtambung, Tidung dan banta-bantaeng.

Sektor Gunung Sari terdapat tiga fakultas yakni; Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial, dan Fakultas Psikologi. Selain itu Program Pascasarjana juga termasuk bagian dari kampus Gunungsari, dan di Gunungsari pulalah tempat kantor Pinisi UNM bertempat.

Parangtambung diduduki oleh empat fakultas, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknik, Fakultas Bahasa dan Sastra, serta Fakultas Seni dan Desain Merupakan bagian-bagiannya.

Sementara itu di Tidung hanya ada Fakultas Ilmu Pendidikan, begitupun dengan Banta-bantaeng terdapat Fakultas Ilmu Keolahragaan.

4. Rektor dari masa ke masa

Tiga mantan Rektor, Paturungi Parawansa (paling kiri), Sjahruddin Kaseng (tengah), dan Idris Arief - (Foto: Int)
Tiga mantan Rektor, Paturungi Parawansa (paling kiri), Sjahruddin Kaseng (tengah), dan Idris Arief – (Foto: Int)

 

Mantan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2012-2016, Arismunandar. (Foto: Dok. Profesi)
Mantan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2012-2016, Arismunandar. (Foto: Dok. Profesi)
IMG_2930-1
Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Periode 2016-2020, Husain Syam – (Foto: Dok. Profesi)

Diusia yang 55 tahun Universitas Negeri Makassar telah memiliki sepuluh rektor yang sempat menjadi pemimpin dan menjadi orang nomor satu di UNM. Adapun nama-namanya

Prof. Arnold Mononoetoe: Dekan FKIP UNHAS 1961

Prof. Idrak Yasin, M.A.: Rektor periode 1964- 1965

Mayjend. A.A. Rivai: Ketua Presidium periode 1965-1965

Prof. Edy Agussalim Mokodompit, M.A.: Rektor periode 1965-Feb.1974

Drs. Abd. Karim: Rektor periode 1974-1982

Prof. Dr. Paturungi Parawansa: Rektor periode 1982-Des. 1990

Prof. Dr. Syahruddin Kaseng: Rektor periode 1990-1999

Prof. Dr. M. Idris Arief, M.S.: Rektor periode 1999-2007

Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd.: Rektor periode 2008-2016

Prof Dr. Husain Syam, M.Tp: Rektor periode 2016-2020

5. Menara Pinisi

Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM) - (Foto: Int)
Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM) – (Foto: Int)

Siapa yang tak kenal Gedung Menara Pinisi yang terletak di jl. A.P. Pettarani yang memiliki arsitektur yang unik dan megah. Tak banyak orang yang tau kronologi gedung itu. Gedung yang memiliki 17 lantai ini merupakan sayembara yang berhasil dimenangkan oleh Yu Sing yang berasal dari Bandung, Jawa Barat pada tahun 2009 dibawah kepemimpinan Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd.

Karena karyanya itu, Yu Sing mendapat hadiah sebesar 40 juta sebagai bentuk penghargaan. Bangunan megah ini rampung pada tahun 2013 dan akhirnya digunakan sebagai gedung pusat pelayanan akademik.

6. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)

Forum UKM UNM disela-sela acara buka puasa bersama di halaman Gedung PKM 17/6. (Foto: Tahrin - Profesi
Forum UKM UNM disela-sela acara buka puasa bersama di halaman Gedung PKM 17/6. (Foto: Tahrin – Profesi

Selain penunjang akademik Universitas Negeri Makassar (UNM) juga mewadahi setiap mahasiswa yang ingin mengembangkan bakat dan minat mereka melalui unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Sebanyak 13 UKM yang ada di UNM yang memiliki manfaat yang berbeda-beda. Mulai dari Lembga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi, Lembaga Penelitian Penalaran (LPM) Penalaran, UKM Olahraga, UKM Silntalaras, UKM Seni, UKM Resimen Mahasiswa (Menwa), UKM Mahasiswa Peduli Aids dan napza (Maphan), UKM UKM SAR, UKM Pramuka, UKM KSR, UKM LKIMB, UKM Koperasi Mahasiswa (Kopma), dan UKM Pinisi Choir.


*Reporter: St. Aminah