Ruang Keuangan Univeritas Negeri Makassar (UNM) di lantai 3 Menara Pinisi UNM saat digeledah oleh Polisi Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel). Selasa (30/8) - (Foto: Ratna - Profesi)
Ruang Keuangan Univeritas Negeri Makassar (UNM) di lantai 3 Menara Pinisi UNM saat digeledah oleh Polisi Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel). Selasa (30/8) - (Foto: Ratna - Profesi)
Ruang Keuangan Univeritas Negeri Makassar (UNM) di lantai 3 Menara Pinisi UNM saat digeledah oleh Polisi Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel). Selasa (30/8) – (Foto: Ratna – Profesi)

PROFESI-UNM.COM– Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan penggeledahan di Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Selasa (30/8). Menanggapi penggeledahan itu, Pembantu Rektor Bidang Administrasi (PR II), Karta Jayadi memilih bungkam.

Pasalnya saat pemeriksaan berlangsung, Karta Jayadi hanya diam di ruangannya, lt.8 Menara Pinisi UNM. Saat dikonfirmasi, mantan Dekan Fakultas Seni dan Desain (FSD) ini mengaku, dirinya tidak tahu-menahu perihal tujuan kedatangan Polda Sulsel. “Saya tidak tahu,” jawabnya singkat.

Pada saat tim Polda Sulsel menyisir sejumlah ruangan di Menara Pinisi pun tak tampak adanya pejabat kampus. Dalam penggeledahan sebanyak 22 personel kepolisian menyisir ruang bagian keuangan dan perlengkapan.

Diskrimsus Kasubdit IV Tipikor, AKBP Adip Rojikan, mengungkapkan bahwa penggeledahan ini terkait dugaan korupsi laboratoriun terpadu Fakultas Teknik. “Ini terkait dengan lab. terpadu FT,” ungkapnya sesaat setelah keluar dari ruang bagian keuangan. (*)


*Reporter: Ratna

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0