Dekan Fakultas Psikologi (FPSi) UNM, Muhammad Jufri saat membawakan materi pada Seminar Nasional Dies Natalis ke-55 di Ruang Teater Lt. 3 Menara Pinisi, Minggu (21/8) - (Foto: Muh. Agung Eka S - Profesi)
Dekan Fakultas Psikologi (FPsi) UNM, Muhammad Jufri saat membawakan materi pada Seminar Nasional Dies Natalis ke-55 di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Minggu (21/8) - (Foto: Muh.Agung Eka S - Profesi)
Dekan Fakultas Psikologi (FPsi) UNM, Muhammad Jufri saat membawakan materi pada Seminar Nasional Dies Natalis ke-55 di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Minggu (21/8) – (Foto: Muh.Agung Eka S – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Dekan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM), Muhammad Jufri memperkenalkan jurus pembelajaran menyenangkan bagi pendidik. Hal itu disampaikan pada Seminar Nasional yang bertajuk Revitalisasi Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependudukan Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN di ruang Teater Lt. 3 Menara Pinisi, Minggu (21/8).

Menurutnya, pendidik harus fleksibel dalam proses pembelajaran di zaman modern saat ini.”Tidak ada siswa yang bodoh, hanya mereka mengalami hambatan dalam belajar untuk itu pendidik harus mempunyai kreativitas dalam mengajar,” ujar pria Selayar ini.

Kesebelas metode pembelajaran menyenangkan diantaranya :
1. Jadikan siswa anda sebagai bintang
Peserta didik juga membutuhkan pengakuan atas kemampuan yang dimiliki baik sekecil apapun, karena hal itu akan menambah motivasi untuk menunjukkan kemampuannya.
2. Pahami karakter siswa
Pendidik memandang karakter sebagai suatu keunikan dan tantangan. Untuk itu diperlukan suatu pendekatan kepada siswa secara personal dengan sikap dan perlakuan yang berbeda.
3. Gunakan Komunikasi verbal dan non-verbal dalam belajar
Materi yang dibawakan diwajibkan memakai bahasa yang verbal dikombinaikan non-verbal agar cara penyampaian seorang guru menjadi menarik.
4. Tunjukkan bahawa siswa butuh belajar
Memperkenalkan bahwasanya pengetahuan mempunyai peranan penting dalam pemecahan masalah. Hal tersebut berguna untuk masa depan seorang siswa.
5. Maksimalkan kemampuan visual, auditori, dan kinestetik
Gaya belajar penting guna pembelajaran tersebut tepat sasaran.penerimaan pelajaran baik itu melihat, mendengar, dan gerakan baiknya dibagi dalam kelas khusus demi kelangsungan belajar yang efektif dan efesien.
6. Selingi game dalam proses belajarProses pembelajaran baiknya diselingi tiap 20 menit dengan game, cerita lucu, tebak-tebak kata dan hal lainnya.Tujuannya agar kegiatan belajar mengajar tidak kaku dan pengetahuan itu bisa diserap oleh siswa.
7. Ajukan pertanyaan yang tepat
Dalam proses belajar siswa belajar mengkontruksi proses berpikir yang baik jika distimulasi dengan pertanyaan yang tepat. Oleh karena itu, pertanyaan yang tepat adalah jalan untuk memicu proses berpikir siswa.
8. Tularkan emosi positif dalam belajar
Sekolah tidak hanya lingkungan fisik, namun juga lingkungan psikologi jadi sangat mungkin emosi positif seorang pendidik akan menular ke siswanya. contohnya perasaan senang dan bahagia akan tertular ke siswanya.
9. Pembelajaran harus dialog
Komunikasi dua arah antara guru dan siswa adalah hal mutlak untuk membangun suatu interaksi yang sehat dalam kelas. Hal demikian juga berfungsi sebagai jembatan guru kepada siswa lain didalam kelas.
10. Ikuti keinginan belajar siswa
Pendidik tidak boleh memaksakan metode belajar yang dianutnya. Pendidikan sekarang lebih memandang bagaimana mengikuti cara belajar siswa. Mesti dipahami bahwa ada siswa yang tidak paham dengan cara mengajar guru, jika demikian perlu menggunakan cara mereka memahami sesuatu.
11. Tampillah menarik dalam setiap kesempatan belajar
Penampilan tidak mesti yang melekat pada fisik seorang pendidik, namun cara berperilaku dan tutur kata bagian terbesar yang dapat dicontoh langsung oleh siswa. (*)


*Reporter :Resa Saputra