Penganiayaan terhadap guru yang mencoreng dunia pendidikan saat ini. (Foto: Int)
Penganiayaan terhadap guru yang mencoreng dunia pendidikan saat ini. (Foto: Int)
Penganiayaan terhadap guru yang mencoreng dunia pendidikan saat ini. (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM – Dunia pendidikan kembali tercoreng setelah insiden kekerasan orang tua siswa terhadap guru SMK 2 Makassar, Dasrul, Rabu (10/8). Hal itu dipicu lantaran salah seorang siswa, Alif ditegur karena tak mengerjakan tugas.

Tak terima ditegur, ia pun mengeluarkan kata kasar pada guru tersebut kemudian menghubungi orang tuanya. Alif mengaku, dirinya telah dipukul oleh guru tersebut. Tak berselang lama, orang tua Alif mendatangi Dasrul kemudian melayangkan pukulan di bagian hidung.

Guru Besar Filsafat Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM), Suparlan Suhartono, menyayangkan insiden tersebut. Menurutnya, pendisiplinan oleh guru merupakan hal lumrah. Sebab, guru tidak hanya bertindak sebagai pengajar melainkan juga sebagai pendidik. “Guru wajib untuk menegur siswa yang melanggar,” ujarnya.

Ia menjelaskan kejadian seperti ini dapat dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya ialah miss komunikasi. “Pihak sekolah seharusnya membangun hubungan bilateral dengan orang tua siswa sehingga orang tua mampu memahami sistem pendisiplinan yang diterapkan di sekolah,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ia juga mengungkapkan solusi permasalahan tersebut agar diterapkannya sistem pendidikan terpadu. Sistem tersebut wajib melibatkan peran orang tua di sekolah. “Orangtua harus terlibat dalam pengontrolan perkembangan siswa di sekolah,” pesannya. (*)


*Reporter: Endang Sri Wahyuni