Rektor UNM bersama Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI, TB Sumanjaya saat penyerahan cinderamata dalam acara diskusi kebangsaan GBHN, di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Selasa (19/7) - (Foto: Tahrin - Profesi)
Rektor UNM bersama Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI, TB Sumanjaya saat penyerahan cinderamata dalam acara diskusi kebangsaan GBHN, di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Selasa (19/7) - (Foto: Tahrin - Profesi)
Rektor UNM bersama Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI, TB Sumanjaya saat penyerahan cinderamata dalam acara diskusi kebangsaan GBHN, di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Selasa (19/7) – (Foto: Tahrin – Profesi)

PROFESI-UNM.COM– Universitas Negeri Makassar (UNM) bekerja sama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) menggelar diskusi kebangsaan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Kegiatan yang bertemakan “Reformulasi Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dengan Model GBHN” ini digelar di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi UNM, Selasa (19/7).

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI, TB Sumanjaya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan GBHN sebagai garis yang mengatur tatanan kehidupan dari pusat hingga daerah. “Kita meminta saran, bagaimana sebaiknya penerapannya dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor UNM, Husain Syam mengatakan GBHN dapat dijadikan sebagai rujukan dan kesinambungan negara. “GBHN merupakan rujukan agar arah kita kedepannya jelas dan tidak keluar dari jalur yang telah ditentukan,” katanya.

la pun berharap, dengan diadakannya kegiatan ini dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran baru untuk membangun republik ini. “Semoga lewat diskusi ini kita dapat memberikan pemikiran bagi garis besar demi Indonesia labih baik,” harapnya. (*)


*Reporter: Ratna