Pembekalan dan Pelepasaan Mahasiswa KKN Tahun Akademik 2014/2015 di Ballroom Pinisi Lt.2. (Foto: Doc-Profesi)
Pembekalan dan Pelepasaan Mahasiswa KKN Tahun Akademik 2014/2015 di Ballroom Pinisi Lt.2. (Foto: Doc-Profesi)
Pembekalan dan Pelepasaan Mahasiswa KKN Tahun Akademik 2014/2015 di Ballroom Pinisi Lt.2. (Foto: Doc-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Baru setahun dibuka, kini pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional “Student Exchange in Southeast Asia” kini menuai masalah. Pasalnya pemberangkatan peserta yang telah mendaftar dibatalkan begitu saja.

Melihat hal tersebut, peserta merasa diberi harapan palsu. Bagaimana tidak, persyaratan telah dipenuhi oleh peserta namun dibatalkan begitu saja.

Untuk Fakultas Matematika dan Ilmu Pendidikan Alam (FMIPA) sendiri, awal¬nya kuota yang disediakan sebanyak 50 orang. Sehingga banyak mahasiswa yang berminat mendaftar dalam program inter¬nasional ini.

Kepala Kerja Sama dan Pengembangan (Kersbang) FMIPA saat melakukan pertemuan dengan pendaftar KKN internasional telah mengimbau pada pendaftar KKN internasional agar segera mempersiapkan paspor. “Yang membatalkan kalian untuk ikut program ini kalau bukan karena ajal, yaitu kalian belum urus paspor,” pesannya saat itu.

Namun kenyataan tidak sesuai harapan, semangat para calon peserta pun pupus sudah. Impian mengabdi di luar negeri kini tertunda akibat pembatalan pemberangkatan peserta yang sebelumnya telah mendaftar di fakultas. Padahal banyak di antaranya telah mengurus paspor.

Seperti halnya Nurfadillah (samaran). Ia pun bercerita jika dirinya sangat kecewa dengan pembatalan ini, padahal sebelumnya ia telah diyankinkan dapat mengikuti program ini. “Intinya kecewalah sama pihak kampus maupun luar negeri karena tidak ada kejelasannya dari awal. Apalagi sudah urus paspor tidak jadi berangkat,” keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Urusan Internasional, Yasser Djawad menjelaskan, hal ini disebabkan adanya pengurangan kuota. “Tahun ini ada pengurangan kuota bagi UNM karena ada dua negara tambahan yang mengikuti program KKN tersebut dan jumlah kampus secara keseluruhan ada 17 universitas,” jelasnya.

Ia pun menambahkan, bagi mahasiswa yang telah mendaftar tetapi batal berangkat akan diusahakan mengikuti program tersebut tahun depan. “Solusi bagi yang sudah mendaftar, kita akan usahakan tahun depan,” ungkapnya.

Namun ia pun belum bisa memastikan berapa jumlah kuota bagi UNM yang disediakan tahun depan. “Pihak kampus saat ini masih belum bisa memastikan jumlah kuota untuk tahun depan,” katanya.

Ia pun berharap bahwa mahasiswa yang mengikuti program tersebut dapat mem¬bawa perubahan positif yang kemudian dapat diaplikasikan di lingkup Kampus eks IKIP tersebut. “Saya sangat berharap bahwa akan ada perubahan yang dibawa oleh mahasiswa yang mengikuti program terse¬but,” harapnya. (*)


*Tulisan Ini Terbit di Weekly News Profesi Edisi 01/Juli 2016