Muhammad Irwan saat menunjukkan roti buatannya yang menghasilkan 54 juta dalam sebulan. (Foto: Dok. Pribadi)
Muhammad Irwan saat menunjukkan roti buatannya yang menghasilkan 54 juta dalam sebulan. (Foto: Dok. Pribadi)
Muhammad Irwan saat menunjukkan roti buatannya yang menghasilkan 54 juta dalam sebulan. (Foto: Dok. Pribadi)

PROFESI-UNM.COM – Sungguh diluar dugaan. Berkat produk Roti yang ia buat, kini anak pertama dari empat bersaudara ini mampu menghasilkan omzet sebanyak 54 juta per bulan. Padahal, awalnya ia berpikir bahwa jika tumpuan hidupnya hanya mengharapkan beasiswa. Namun sayangnya tak cukup untuk membiayai kebutuhan yang semakin meningkat.

Muhammad Irwan, lelaki asal Bone ini lantas memulai debut karirnya sebagai penjual Bassang Ceria bersama salah seorang rekannya pada tahun 2013. Namun tidak memberikan untung banyak, ia kemudian beralih ke Nasi Mojang yakni ketupat yang isinya nasi kuning. Kembali kurang menguntungkan, ia lantas membuat roti yang dinamai T-Bread (Tiger Bread).

Dengan modal awal 13 juta rupiah yang diberikan Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui hasil Program Kewirausahaan Mahasiswa (PKM) ia membuat inovasi dengan memproduksi roti yang memiliki motif serupa macan yaitu T-Bread.

“Dulu waktu SMA pernah diajari membuat roti oleh guru saya. Nah, dari Bassang Ceria lalu Nasi Mojang kemudian saya memutuskan untuk menjual roti,” ungkapnya

Saat ini ia memiliki Outlet T-Bread berjumlah 9, masing-masing di Fakultas MIPA UNM, kampus UNM Tidung, Universitas Islam Negeri (UIN), depan Masjid Raya Makassar, STIMIK Dipanegara, kampus UNM Gunungsari, dan beberapa Indomaret di Makassar.

Lebih lanjut, berbagai varian rasa ia sediakan pada roti tersebut yakni burger, pizza bread, choco caramel, dan lainnya. Dengan tagline Freshly Baked Heat From The Heart ia memakai filosofi pisang goreng. Pisang goreng enak disantap ketika masih hangat. Hal itu pula yang memotivasinya memberikan yang terbaik untuk konsumen.

“Tips rahasia kami adalah sebelum dimakan rotinya dihangatkan dulu dalam microwave selama 20 detik,” jelasnya

Tidak hanya itu, Mahasiswa angkatan 2012 ini mampu mewujudkan beberapa impiannya berkat roti buatannya tersebut. Ia juga berkeliling Indonesia seperti di Ambon, Solo, Jogja mempromosikan produk buatannya.

“Alhamdulilah saya bisa menjejakkan kaki di Singapura dan Malaysia, itu impian saya di nomor 48 dan 51 dari 100 impian yang saya tuliskan ketika mahasiswa baru,” katanya dengan riang

Tidak ada hal yang tidak mungkin terjadi jika sesuatu yang diinginkan berusaha dicapai dengan sungguh-sungguh. Hal itu pula yang selama ini diyakini oleh Irwan. “Kuncinya cuma 3. Yakini, fokus, kerja ikhlas,” tutupnya. (*)


*Reporter: Nurul Charismawaty S