Sejumlah peserta tes SBMPTN yang mengikuti tes tulis di kampus UNM. (Foto: Ist)
Sejumlah peserta tes SBMPTN 2016 yang mengikuti tes tulis di kampus UNM, Selasa (31/5). (Foto: Muh. Agung Eka S - Profesi)
Sejumlah peserta tes SBMPTN 2016 yang mengikuti tes tulis di kampus UNM, Selasa (31/5). (Foto: Muh. Agung Eka S – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Pihak Universitas Negeri Makassar akan memberikan sanksi tegas kepada mahasiswa yang terlibat pemalakan kepada peserta yang menjalani tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) kemarin, Selasa (31/5).

Dihari pelaksanaan tes, sejumlah mahasiswa terlibat pungutan liar berupa tarif parkir dan penjualan stiker yang diluar kewajaran bahkan ada yang menggunakan kekerasan. Mahasiswa ini memberikan tarif parkir yang mahal, mulai dari Rp 10 Ribu – Rp 20 Ribu.

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III), Heri Tahir mengatakan oknum mahasiswa yang terlibat dalam kejadian itu merupakan orang yang tak tahu diri, sangat tidak menggambarkan kalau dia adalah orang yang berpendidikan.

“Perilaku mahasiswa tersebut sangat memalukan dan memberikan citra buruk kepada Universitas, kami akan memberikan sanksi tegas kepada mahasiswa yang melakukan pemukulan dan pemalakan terhadap peserta SBMPTN. Selain itu kami sebelumnya akan melakukan pembinaan kepadanya,” tegasnya.

Sebelumnya, Rahman dan Ali (Samaran) dua orang peserta SBMPTN mendapat pukulan dari sejumlah mahasiswa, karena tidak ingin membayar parkir yang sangat mahal untuk kedua kalinya.

Padahal, ia telahtelah membayar uang parkir sebelumnya, tidak lama kemudian ia dimintai kembali uang parkir dengan tarif yang lebih mahal.

“Tadi sudah bayar parkir, tapi minta lagi dibayar, sebelumnya pun saya sudah disuruh beli stiker,” ungkap Rahman. (*)


*Reporter: Fatimah Muffidah Azzahra