Gedung Pinisi Universitas Negeri Makassar. (Foto: Dok. Profesi)

Gedung Pinisi Universitas Negeri Makassar. (Foto: Dok. Profesi)
Gedung Pinisi Universitas Negeri Makassar. (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COMData Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) akreditasi Universitas Negeri Makassar (UNM) masih bercokol di peringkat B. Maret 2017 mendatang, SK akreditasi institusi akan segera kedaluwarsa. Namun, optimalisasi standar akreditasi pada masing masing prodi belum begitu muncul ke permukaan.

Lima puluh empat tahun sudah Universitas Negeri Makassar (sebelumnya IKIP Ujung Pandang) berdiri sebagai salah satu kampus mentereng di Kota Daeng. Dapat dilihat dari setiap tahunnya, peminat kampus orange ini selalu meroket. Tahun 2015, pendaftar di UNM bertambah sebanyak 4.557 orang dari tahun sebelumnya.

Sayangnya, peningkatan kuantitas mahasiswa tak seiring dengan kualitas pendidikan. Peringkat UNM pun menurut data dari BAN PT mentok di peringkat B. Dengan peringkat itu, UNM masih sekasta dengan beberapa perguruan tinggi swasta macam UMI, serta Unismuh di Makassar. Padahal bagi perguruan tinggi, hasil akreditasi menjadi pengakuan bahwa suatu institusi atau program studi telah memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan, sehingga layak untuk menyelenggarakan programprogramnya.

Selaras dengan universitasnya, jurusan dan program studi (Prodi) di UNM pun hingga saat ini masih ada yang akreditasinya tidak sesuai dengan harapan. Ada yang membanggakan dengan memperoleh akreditasi A, namun tak sedikit yang masih harus berkutat dengan predikat C, bahkan beberapa di antaranya tak memiliki akreditasi.Pendidikan Geografi misalnya, prodi yang bernaung di bawah Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ini sebelumnya terakreditasi A. Namun setelah divisitasi oleh tim independen BAN PT, akreditasinya menurun ke B pada Februari lalu.

Ketika dikonfirmasi, Ketua Prodi Pendidikan Geografi, Ibrahim mengaku turunnya akreditasi prodi Pendidikan Geografi karena permasalahan administrasi yang terdata pada borang yang dikirim. Tak ha-nya itu, tak ada peningkatan fasiltas penunjang belajar yang bisa dinilai oleh tim BAN PT. “Yah, memang untuk akreditasi itu kita mengalami penurunan karena memang masih banyak yang kurang dan perlu dibenahi,” akunya.

Pembantu Dekan Bidang Akademik (PD I) FMIPA, Muharram pun membenarkan terkait akreditasi yang terjadi pada Prodi Pendidikan Geografi. Menurutnya, terdapat kesalahan data yang dimasukkan oleh tim penyunting borang. “Terkait penurunan akreditasi yang menimpa Pendidikan Geografi itu terdapat beberapa kesalahan penginputan sehingga terjadi seperti itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Muharram berharap agar ke depannya Pendidikan Geografi dapat lebih teliti dalam penginputan datanya. “Karena sudah seperti itu, jadi saya hanya meminta kepada tim dari Prodi Pendidikan Geografi bisa lebih teliti dalam menginput data, sehingga ke depannya akreditasi A yang dulu dicapai bisa didapatkan kembali,” harapnya.

Ketua Unit Pelaksana Teknis Pusat Penjaminan Mutu UNM, Fakhri Kahar menilai masalah akreditasi di UNM disebabkan komitmen pimpinan fakultas masih rendah dalam peningkatan akreditasi prodi. Menurutnya, pencapaian pe-ringkat akreditasi tidak sebatas pada saat visitasi saja, tetapi berkelan-jutan.“Pemimpin fakultas tetap perhatian pada hal itu tapi belum optimal. Akreditasi bukan sekadar pekerjaan sesaat. Jangan setelah visitasi, keluar sertifikat akreditasi, sudah. Nanti mau bekerja kalau enam bulan mau kedaluwarsa,” bebernya.

Guru Besar Administrasi Publik itu menambahkan, prodi perlu memikirkan cara untuk tidak mentok pada akreditasi yang telah diterima sebelumnya, apalagi sampai menurun. “Kalau sudah dapat akreditasi A, jangan berhenti di situ. Terus tingkatkan kualitas untuk dapat akreditasi standar ASEAN, bahkan sampai internasional,” jelasnya.

Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR I), Sofyan Salam menuturkan, pihak prodi tetaplah memegang porsi tertinggi terhadap perbaikan akreditasi. “Mengenai peningkatan akreditasi, kita serahkan itu ke ketua prodinya, bagaimana mereka dalam menindaklanjuti akreditasi prodi masing-masing, setelah buntu di fakultas barulah diserahkan ke universitas” ujarnya.

Ia mengatakan, upaya peningkatan akreditasi terhadap program studi yang ada di UNM selalu dilakukan. Hanya saja, berbagai tahapan yang rumit harus dilalui oleh prodi masingmasing demi peningkatan akreditasinya. (*)


*Febriawan Djalil, Nurul Charismawaty S, Resa Saputra, Noval Kurniawan

Tulisan Ini Terbit di Tabloid Profesi Edisi 202