DSC_0852 - Copy
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Agus Arifin Nu’mang saat memukul gendang sebagai tanda dibukanya Olimpiade Pendidikan (OPen) dan Pekan Pujangga Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Senin (2/5). (Foto: Muh. Agung Eka S – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Agus Arifin Nu’mang secara resmi membuka Olimpiade Pendidikan (OPen) dan Pekan Pujangga Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin (2/5). Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Basket FBS ini, pertama kali diadakan sejak dibekukannya Lembaga Kemahasiswaan (LK) FBS sejak 2011 silam.

Ia mengungkapkan bahwa sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dapat membantu mengeksistensikan bahasa Indonesia kembali. “Tentu ini sangat bagus dan sangat saya support saat bahasa asing dianggap lebih tinggi dari bahasa kita. Silakan belajar bahasa Indonesia,” ungkapnya.

Mantan Ketua¬† Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan¬† periode 2004-2008 ini, berharap nantinya kegiatan positif ini tetap dilaksanakan dan tidak terlupakan bagi peserta. Ia juga menghimbau agar peserta sportif dalam perlombaan. “Semoga kegiatan ini terus berbekas di benak kita, dan tetap jaga sportifitas,” harapnya.

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III), Heri Tahir turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia menganggap mahasiswa telah mengembangkan cara berpikir postifnya dengan menciptakan kegiatan-kegiatan berbau akademik. “Anak-anak kita telah bergairah melakukan kegiatan akademik, saya menyampaikan apresiasi, itu berarti energi postif telah tersalurkan ke anak-anak kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Himaprodi PBSI, Ari Maryadi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk peringatan hari pendidikan nasional juga memperkuat bahasa Indonesia dalam persaingan global. “Kegiatan ini sebenarnya untuk memperingati hari pendidikan nasional sekaligus memperkuat hadirnya bahasa Indonesia dalam pasar global,” jelasnya. (*)

*Citra Jati Utami