Seminar Journalist Days 2016 "Menyingkap Tabir di Balik Layar" yang berlangsung di di Auditorium Soeria Atmadja FEB Universitas Indonesia, Kamis (28/9). (Foto: Nurul Fildzah Zatalini - Profesi)
Seminar Journalist Days 2016 "Menyingkap Tabir di Balik Layar" yang berlangsung di di Auditorium Soeria Atmadja FEB Universitas Indonesia, Kamis (28/9). (Foto: Nurul Fildzah Zatalini - Profesi)
Seminar Journalist Days 2016 “Menyingkap Tabir di Balik Layar” yang berlangsung di di Auditorium Soeria Atmadja FEB Universitas Indonesia, Kamis (28/9). (Foto: Nurul Fildzah Zatalini – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Bergabungnya berbagai jenis media yang sebelumnya berbeda ke dalam sebuah media tunggal atau yang disebut Konvergensi Media kini menjadi kini menjadi sebuah perbincangan yang menarik. Pasalnya, Konvergensi media tersebut akan mempengaruhi kinerja kejurnalistikan seorang wartawan.

Irwan Nugroho selaku editor Detik e-Megazine mengungkapkan wartawan masa depan yang siap menghadapi konvergensi media, tidak lagi hanya sekedar membawa catatan saat meliput. Wartawan juga harus mengambil foto dan video sekaligus.

“Wartawan mau tidak mau harus melakukan hal tersebut untuk menghadapi konvergensi media,” katanya.

Irwan menambahkan, Konvergensi media juga memiliki dampak tersendiri. “Konvergensi dapat berdampak pada informasi dan opini yang tersebar di masyarakat akan overload dan pasar media tidak lagi kompetitif,” tambahnya. (*)

*Reporter: Nurul Fildzah Zatalini